MUSLIMAH-Pasangan suami istri harus realistis dalam memandang hubungan mereka. Jangan banyak berkhayal yang indah-indah, terlena, lalu tertekan dalam realitas.

Mengapa harus realistis? Karena pasangan Anda (dan Anda) bukan manusia sempurna tanpa cela. Anda menikahi manusia normal, yang artinya memiliki kelebihan dan kekurangan. Jadi jangan berharap hubungan dengan pasangan akan berjalan selalu sempurna.

Saat menikah, sikap realistis membuat Anda berdua ‘menginjak bumi’. Bersiap dengan kondisi terburuk. Misalkan saja harus menjalani long distance marriage atau suami berpenghasilan lebih kecil dari istri. Sikap realistis akan membuat Anda berdua tidak terbawa emosi dan menyadari bahwa kondisi tersebut bisa jadi-pada saat itu-adalah yang terbaik untuk dijalani sebaik-baiknya.

Meski realistis, bukan berarti Anda berdua tak boleh optimis dalam mencapai tujuan masa depan bersama. Rancang baik-baik life goals rumah tangga Anda, lalu jalankan prosesnya dengan sebaik mungkin. Insya Allah akan barakah di setiap harinya.