foto sekadar ilustrasi

MUSLIMAH-Amarah dan airmata bisa melebur jadi satu saat anak mengatakan bahwa dia membenci Anda.

Anda hanya menyuruhnya mengerjakan PR. Tapi karena asyik bermain, anak tak ingin menuruti perintah Anda. Semakin Anda mendesaknya, dia membanting mainannya, lari, sambil berteriak “Aku benci ibu!”

Jika ini terjadi, ibu sebaiknya menarik napas panjang untuk menenangkan diri. Tidak perlu mengejar anak lalu berusaha mengajarkan betapa buruk perkataannya tadi. Yang terpenting, ibu tidak boleh memasukkan ke dalam hati, agar tidak selalu dibayangi pertanyaan apa salah ibu ke anak hingga ia tega berkata seperti itu. Karena kalimat “Aku benci ibu” keluar sebagai pelampiasan amarahnya semata, bukan dari hati kecilnya.

Jauh lebih penting jika ibu mencari cara yang lebih efektif untuk memotivasi anak mengerjakan PR ataupun membantu pekerjaan di rumah. Dan tentu saja, peliharalah komunikasi dua arah yang positif.