MUSLIMAH-Pengaruh buruk maksiat dan dosa terhadap seorang muslim sangatlah membahayakan. Tak hanya merusak akal, dosa dan maksiat juga akan menjauhkan seorang muslim dari Allah Swt., termasuk dengan menganggap biasa pekerjaan maksiat hingga tak merasa bersalah mengulanginya.

Yang terbaik adalah, ketika sekali terjatuh melakukan perbuatan dosa, seorang muslim harus segera menebus dosa tersebut. Bagaimana cara menebus dosa? Islam menawarkan banyak amalan untuk menebus maksiat dan dosa yang telah kita perbuat. Meski demikian, tetaplah pasrah untuk hasil akhirnya, penuh harap Allah Swt. menerima amalan kita.

Lantas, amalan apa saja yang dapat memperbaiki kesalahan kita? Pertama, ada taubat nasuha. Taubat nasuha adalah menjadi bukti bahwa seorang muslim tidak akan mengulangi maksiat dan dosa yang pernah dilakukan.“Setiap anak Adam pasti pernah berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah orang yang bertaubat.” begitu Rasul pernah bersabda.

Selain taubat, amalan lain apa yang dapat menebus dosa? Ada istighfar, tauhid yang terkandung dalam syahadat, salat Tahajud, berhaji, puasa hari Arafah dan hari Asyura, salat lima waktu, melafalkan shalawat nabi, berzikir setelah azan, puasa Ramadhan, menghidupkan lailatul qadr, memperbanyak sujud (dan mengisinya dengan banyak doa), bersedekah, dan masih ada lainnya.

Islam memberi banyak pilihan bagi umatnya untuk bisa memperbaiki kesalahan yang telah diperbuat. Masihkah kita tidak bisa memanfaatkan dengan baik lalu memilih tetap bersahabat dengan dosa dan maksiat?