MUSLIMAH-Mengapa aku perlu berhaji? Pertanyaan ini bukanlah mempertanyakan siap atau tidak siapnya seseorang memenuhi panggilan Allah ke baitullah. Jika memang seorang muslim memiliki rezeki yang cukup, jangan menunda untuk pergi ke tanah suci. Tapi pertanyaan “Untuk Apa Pergi Haji?” menjadi satu cambuk yang menyadarkan seorang muslim tentang esensi haji.

Pertanyaan “Untuk apa pergi haji?” juga menjadi sebuah perenungan mendalam. Apakah uang, waktu, dan tenaga yang dikeluarkan hanya habis begitu saja, sementara tidak ada yang berubah dalam diri kita.

Meninggalkan keluarga ke tempat yang jauh untuk beribadah membutuhkan kepasrahan dan keikhlasan. Napak tilas perjalanan Ibrahim di tanah suci haruslah menjadi penyemangat untuk seorang muslim mengutamakan ketakwaan kepada Allah, mengenyahkan ego, dan menyucikan diri dari segala godaan setan dan hawa nafsu.

Berbagai spirit itulah yang harus diendapkan dalam pikiran dan hati setiap muslim sepulang dari tanah suci. Agar ibadah yang dengan dilakukan dengan penuh khusyuk selama di tanah haram, melebur dalam jiwa dan raga selepas berhaji. Dan karenanya, kualitas diri sebagai seorang muslim pun bertambah baik. Lebih mendekat kepada Allah dan memilih mundur dari ingar-bingar gemerlap dunia.