MUSLIMAH-Menghadiri undangan dari saudara sesama muslim memang diwajibkan oleh Allah Swt. Hal tersebut adalah hak sesama muslim. Namun, bagaimana jika dalam jamuan tersebut turut dihidangkan khamar?

Seorang muslim wajib memenuhi undangan saudara sesama muslim, terutama walimah (baca: resepsi pernikahan). Sayangnya, masih banyak umat Islam yang mengikuti tradisi pesta ala nonmuslim, yaitu menyajikan minuman keras di meja makan. Wine dan champagne contohnya, seolah telah menjadi minuman wajib untuk pesta kalangan atas.

Jika itu yang terjadi, masihkah kita diwajibkan menghadiri undangan tersebut?

“Barang siapa beriman kepada Allah Swt. dan hari akhir, janganlah duduk di meja makan yang di sana terhidang khamar (minuman keras).”

Jelaslah, Islam mengajarkan umatnya untuk menjadi pribadi yang istiqamah. Tidak dibolehkannya seorang muslim duduk di meja yang terhidang khamar di atasnya, adalah untuk menghindari kemungkinan ia tergelincir ke dalam perbuatan dosa. Bisa jadi, ia yang teguh beriman, merasa tidak enak hati bila tidak meminum khamar yang tersaji. Dan akhirnya terjadilah “ah, hanya setetes atau seteguk saja untuk menghormati ahlul bait.”

Seorang muslim yang baik hendaknya dapat menghindarkan diri pintu maksiat. Menghormati saudara sesama muslim bisa dilakukan dengan cara yang lain. Dan jauh lebih penting untuk menaati larangan Allah Swt.