MUSLIMAH-Hakikat salam adalah doa dan berbagi kebaikan.

Saat bertemu tetangga atau rekan kerja, tanpa sadar kita lebih sering mengucapkan kata “halo”, “hey”, atau memanggil namanya. Tak jarang juga saat berpapasan dengan seseorang, karena terburu-buru misalnya, kita hanya menganggukkan kepala atau sekadar melambaikan tangan padanya.

Padahal Rasul bersabda, “Janganlah kalian memberi salam sebagaimana salam orang-orang Yahudi, karena cara orang Yahudi adalah dengan anggukan kepala dan lambaian tangan atau dengan isyarat.” (HR. Tirmidzi)

Ya, mengapa begitu sulit mengucapkan salam secara lengkap atau secuplik “assalamu alaikum” kepada saudara kita sesama muslim? Hakikat salam adalah doa dan kebaikan. Siapa mengucap salam, ia mendoakan orang yang diberi salam. Pun sebaliknya, saat menjawab salam, maka orang tersebut mendoakan kita.

Salam juga mengandung makna menyebarkan kebaikan. Dengan salam, sopan santun terjaga. Dengan salam, akhlak karimah terasah. Dengan salam, kita mengawali kebaikan yang kita lakukan.

Jadi, tetap ingin mencontoh orang Yahudi atau ingin mendoakan dan didoakan?