menasihati sesama muslim

MUSLIMAH-Menasihati bukan sekadar memberitahu kebenaran kepada seseorang. Ada adab yang harus dijaga.

Imam Syafii mengatakan “Siapa yang menasihatimu secara sembunyi-sembunyi, maka ia benar-benar menasihatimu. Siapa yang menasihatimu di khalayak ramai, dia sebenarnya menghinamu.”

Di era media sosial seperti sekarang ini, kita melihat bahwa menasihati di khalayak ramai sudah menjadi sebuah fenomena. Orang berlomba-lomba membuat status dan caption yang seolah menasihati orang lain menuju arah kebenaran.

Mengapa dikatakan nasihat di khalayak ramai adalah sebuah penghinaan?

Karena sebaik-baik nasihat diberikan seorang muslim kepada saudaranya dengan cara yagn baik, demi untuk memperbaiki kesalahan orang tersebut. Tanpa perlu diketahui orang lain. Tanpa orang lain perlu mengetahui aib saudaranya tersebut. Tanpa harus membuat saudaranya itu merasa malu, terpojok, dan dihakimi ‘di hadapan’ banyak orang. Ya, meskipun media sosial adalah bagian dari dunia maya, tapi penyebaran informasi di dalamnya secara online jauh lebih cepat dan massive dibandingkan offline (dalam realitas).

Sekalipun itu sindiran yang ditulis sehalus mungkin, jika kita memang ingin menasihati saudara kita sesama muslim, lebih baik lakukanlah face to face, berdua. Atau setidaknya teleponlah ia agar aib yang terlanjur terjadi tidak tersebar. Wallahu a’lam bish shawab.