MUSLIMAH-Jika dakwah mendatangkan musuh, apakah ini benar-benar jalan menyampaikan kebenaran?

Dakwah sejatinya adalah mengajak kepada kebenaran. Karena itulah, dakwah harus dilandasi niat suci dan dijalankan dengan akhlak karimah. Ini adalah ikhtiar yang harus dijalankan dengan ‘bersih’. Tanpa pamrih, tanpa maksud terselubung selain mendekatkan diri kepada Allah, dan tanpa berharap orang-orang akan menjadi baik setelah menyimak satu kali dakwah.

Maka tidak pantas jika dakwah diisi caci maki, luapan emosi, dan kebohongan. Karena jika hal-hal buruk itu dilakukan, sekalipun berdalih untuk menjayakan Islam, belum tentu akan mendapat ridha Allah Swt. Terlebih jika seorang muslim mengajak umat untuk memusuhi seorang muslim lain. Jikapun memang salah, serahkan saja pada hukum. Tak perlu kita merasa paling benar lalu menjelek-jelekkan orang lain, apalagi saudara sesama muslim.

Isi dakwah haruslah mampu menggetarkan hati orang yang didakwahi. Membuatnya merasa malu karena telah melakukan sedemikian banyak dosa, lalu melecutnya untuk menjadi insan yang lebih baik. Jika dakwah malah memunculkan kebencian dan meletupkan amarah, periksa kembali niat, tujuan, serta isi quran dan hadis yang menjadi saripati dakwah.