MUSLIMAH-Rezeki dan maut ada di tangan Allah Swt. Tugas kita sebagai manusia untuk menjadikan hidup kita aman dan nyaman.

Tidak satu pun dari kita mengetahui kapan akan diuji oleh Allah Swt. Kejadian yang tidak kita inginkan itu, entah berupa kecelakaan, musibah bencana alam, penyakit berat, atau PHK. Intinya, kejadian tak mengenakkan tersebut mengharuskan kita mengeluarkan biaya banyak dalam waktu cepat. Inilah pentingnya memiliki dana darurat untuk keluarga.

Dana darurat menjadi prioritas setelah melunasi kredit konsumtif dan kebutuhan bulanan yang pasti. Dana darurat posisinya lebih penting daripada proteksi dan investasi. Dana darurat harus selalu stand by dalam rekening kita, tidak boleh dikurangi untuk hal selain emergency case.

Berapa besar dana darurat yang harus disiapkan? Angkanya berbeda-beda untuk tiap keluarga, tergantung pendapatan, pengeluaran rutin bulanan, dan jumlah anggota keluarga. Idealnya, seorang lajang tanpa tanggungan harus memiliki dana darurat sebesar 3 kali pengeluaran bulanan. Bagi yang sudah menikah tapi belum punya anak=6 kali pengeluaran bulanan, menikah dengan 1 anak=9 kali pengeluaran bulanan, menikah dengan 2 anak atau lebih=12 kali pengeluaran bulanan.

Untuk mewujudkannya memang tidak mudah. Diperlukan manajemen finansial keluarga yang bijak. Buatlah target bahwa setiap tahun harus terkumpul sejumlah dana.