MUSLIMAH-Mari mengenal “direktur” otak yang posisinya berada pada atas alis kanan manusia: prefrontal cortex (PFC). PFC adalah bagian penting dari otak yang membedakan manusia dengan binatang. PFC menghidupkan moral dan nilai dalam diri manusia.

Jika PFC berada dalam kondisi baik, manusia akan memiliki kemampuan mumpuni untuk memilih dan meyakini kebenaran, nilai, fitrah, atau adab yang mulia. PFC jugalah yang memungkinkan manusia memikirkan hal-hal yang kompleks, memahaminya, menganalisisnya, serta mengevaluasinya. Misalkan saja merancang rencana keuangan untuk masa depan keluarga.

Tak hanya tentang hal yang rumit, PFC juga menjadi menjadi pilar kemampuan psikologis manusia seperti kemampuan mengelola emosi diri, menyadari konsekuensi suatu perbuatan, bersosialisasi, menunjukkan karakter diri, juga kematangan pribadi dalam pengambilan keputusan.

Salah satu ancaman besar di era digital yang bisa merusak PFC adalah pornografi. Ketika seseorang mengalami kecanduan pornografi, maka secara otomatis ia mengalami kerusakan otak. Kondisi tersebut tak berbeda dengan orang yang kecanduan kokain. Otak pecandu pornografi dianggap sama rusaknya dengan orang yang mengalami benturan sangat keras di bagian atas alis kanannya dalam sebuah kecelakaan lalu-lintas . Mengerikan, bukan?

Saat otak seseorang (terutama PFC) rusak, orang tersebut tidak mampu lagi membedakan mana yang benar dan mana yang salah, mana yang pantas dilakukan dan mana yang tidak, serta kehilangan rasa malu dan kemanusiaan. Tak hanya itu saja, ia tak akan segan menyakiti orang lain, mencuri, atau bahkan membunuh. Kerusakan PFC dapat mengakibatkan seseorang melakukan suatu tindakan tanpa memikirkannya terlebih dulu dan tanpa menggunakan hati nurani.